0

Wajib Baca Bagi yang Suka Ngevape! Ilmuwan Mengatakan Bahwa Rokok Elektrik 250 Kali Lebih Berbahaya dan Beracun dari Rokok Biasa

Vape
saat ini semakin populer dipakai oleh kalangan remaja.

Di tempat-tempat nongkrong
seperti cafe banyak ditemukan anak-anak remaja yang suka mengisap vape.

Vape atau rokok elektrik ini
bertenaga baterai dengan liquid atau cairan perasa yang dibakar.

Namun tahu kah kalian wahai
anak-anak yang suka isep vape bahwa rokok elektrik itu 250 kali lebih beracun
lho.

Melansir dari miror.co.uk
(1/12/2016) bahwa satu isapan dari rasa rokok elektrik dapat membuat seorang
perokok terkena kanker karena bahan kimia yang 250 kali lebih dari tingkat
keselamatan yang direkomendasikan begitu kata para ilmuwan.

Menurut penelitian tersebut,
ketika dikonversi menjadi uap, beberapa zat aditif terurai menjadi senyawa
beracun yang secara dramatis melebihi pedoman bagi kesehatan kerja.

Sebuah bukti-bukti telah
menunjukkan panas yang mengubah cairan elektrik itu menjadi uap terurai isinya.

Kerusakan kimia ini
menghasilkan aldehida beracun, termasuk formaldehida, selama proses pemanasan
yang terjadi di dalam perangkat.

Aldehida adalah anggota kelas
senyawa kimia organik yang digunakan dalam industri tekstil, makanan, karet,
plastik, kulit, kimia dan perawatan kesehatan.

Dr Andrey Khlystov dan rekannya
menganalisis uap yang diciptakan dari beberapa cairan dalam rokok elektrik yang
populer saat ini.

Tes itu
menunjukkan jumlah senyawa yang membahayakan dan secara umum salah satu kepulan
uap rasa terkandung kadar aldehida 1,5-270 kali di atas ambang batas aman
sebagaimana yang ditetapkan oleh American Conference of Governmental Industrial
Hygienists.

Dr Khlystov, dari Desert
Research Institute, Nevada, mengatakan "semakin populernya rokok elektronik
akan menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan efek yang merugikan kesehatan
untuk pengguna primer dan orang yang terkena uap rokok elektrik tersebut.

Bagaimana senyawa perasa dalam
cairan rokok elektrik akan mempengaruhi komposisi kimia dan toksisitas uap yang
tidak diketahui.

Cairan rokok elektrik ini
dipasarkan di hampir 8.000 rasa yang berbeda, menurut laporan tahun 2014 oleh
WHO.

Itulah mengapa anak-anak remaja
ingin mencoba vape.

Di Inggris sendiri penjualan
rokok elektrik telah meningkat terus sejak mereka pertama kali mulai dijual di
Inggris, pada tahun 2007.

Mereka sekarang digunakan oleh
hampir tiga juta orang di Inggris.

Penggunaan rokok elektrik di
kalangan anak di bawah 18 tahun meningkat dari 5 % pada tahun 2013 untuk 8 %
pada 2014 dan beberapa ahli khawatir bahwa mereka dapat bertindak sebagai pintu
untuk merokok tembakau.

Wajib Baca Bagi yang Suka Ngevape! Ilmuwan Mengatakan Bahwa Rokok Elektrik 250 Kali Lebih Berbahaya dan Beracun dari Rokok Biasa
Wajib Baca Bagi yang Suka Ngevape! Ilmuwan Mengatakan Bahwa Rokok Elektrik 250 Kali Lebih Berbahaya dan Beracun dari Rokok Biasa

Posting Komentar

 
Top