0

Belum Kapok…!! Dinilai Jadi Sengkuni, Amien Rais Pernah "Diruwat" Warga Yogya. Sekarang Bikin Fitnah Lagi

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Ketua Dewan
Kehormatan PAN Amien Rais meminta pada warga Jakarta jangan mau dibodohi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Sebabnya, Ahok memiliki
Kelihaian di bidang korupsi melalui kasus reklamasi pulau itu.


Amien Rais menjelaskan,
korupsi itu ada dua macamnya di jajaran kepemerintahan. Pertama korupsi
kesusilaan yang ada di APBD. Sedang yang kedua korupsi kebijakan yang
menyangkut uang lebih dari triliunan rupiah.


"Kelihaian Ahok ini mesti
lewat APBD yang cuman remeh. Tapi dari (kebijakan) reklamasi itu, dia
mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Jadi di dalam hukum kita ada hukum yang
aneh," ujarnya pada wartawan di Hotel Grand Said, Jakpus, Rabu (14/9/2016).


Menurutnya, keanehan itu tampak saat Ahok membuat kebijakan
tentang reklamasi, tapi kebijakan tersebut justru menyengsarakan rakyat dan
para nelayan. Parahnya, kebijakan tersebut dianggap biasa oleh Ahok.


"Jadi saya kira harus
kita angkat itu (kasus) dan bangkit, jangan mau dibodohin," tuturnya.



"Jangan
mentang-mentang kebijakan, tak bisa diadili. Kebijakan itu amat sangat gawat.
Di luar negeri, gubernur yang melakukan kebijakan menguntungkan diri sendiri,
itu habis langsung," tutupnya.


Padahal yang membuat kebijakan
reklamasi jakarta itu adalah SBY dan yang ground breaking adalah Menko
Perekonomian saaat itu, Chairul Tanjung.

Ahok
hanya meneruskan apa yang sudah ada dalam peraturan perundang – undangan. 


Tidak mengherankan jika warga Jogja sendiri antipati dengan
Amien Rais dan emnyebut beliau sebagai SENGKUNI.

Bahkan
pada tahun 2014 silam, Amien Rais pernah diruwat oleh warga Jogja sendiri.

Paguyuban Masyarakat
Tradisi (Pametri) Yogyakarta saat itu mendatangi rumah tokoh Partai Amanat
Nasional, Amien Rais, di Sawit Sari Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, Kamis
(16/10/2014). Rombongan ini datang untuk menggelar ruwatan untuk Amien dan para
wakil rakyat yang dinilai bersikap sebagai "Sengkuni", yaitu tokoh
yang dikenal licik dan penghasut di dunia wayang.


Sunanda, koordinator aksi, mengatakan bahwa mereka sengaja menggelar acara
ini karena menurut penilaian mereka, sebagai negarawan, sikap Amien Rais
dinilai sudah melenceng dan telah mengingkari semangat reformasi.


"Jadi, kami ke sini untuk 'meruwat' Pak Amien Rais agar kembali
bersih," ujarnya.


Mbah Sukir sebagai sesepuh pun mulai memanjatkan doa-doa dengan bahasa Jawa
yang intinya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia terhindar
dari bencana dan orang-orang yang ingin merusak bangsa.


"Semoga Bapak Amien Rais lepas dari Sandikolo dan kembali bersih.
Semoga bangsa ini terhindar dari bencana dan segala hal yang tidak baik. Semoga
rakyat Indonesia bisa sejahtera," ucapnya.

Seusai mengucap doa, Mbah Sukir lantas mengambil
pitik cemani atau ayam hitam, lalu dengan menggunakan gunting ia memotong
sedikit bulunya. Setelah itu, ayam hitam tersebut dimasukkan ke dalam kurungan.


"Pemotongan bulu ayam cemani ini sebagai lambang melepaskan Sandikolo dari
Pak Amien Rais," ujarnya.


Setelah itu, Mbah Sukir mengambil ayam berbulu putih lalu mengangkatnya sambil
berteriak.


"Ini ayam putih melambangkan kebersihan kesucian. Semoga Bapak Amien Rais
kembali bersih dan menjadi negarawan yang baik," ujarnya.


Pada adat Jawa, ruwatan adalah salah satu upacara agar orang terbebas dari
segala macam kesialan dan bersih dari segala sifat jahat. Upacara ini sudah ada
sejak nenek moyang dan masih terus dilestarikan sampai saat ini.


Mungkin saja Amien Rais perlu diruwat warga Jogja lagi, sehingga tidak repot –
repot sebagai orang Jogja lebih ngurusin Pilkada di Jakarta dariapda Pilkada
Jogja.


Bagaimana menurut anda?

 


Belum Kapok…!! Dinilai Jadi Sengkuni, Amien Rais Pernah "Diruwat" Warga Yogya. Sekarang Bikin Fitnah Lagi
Belum Kapok…!! Dinilai Jadi Sengkuni, Amien Rais Pernah "Diruwat" Warga Yogya. Sekarang Bikin Fitnah Lagi

Posting Komentar

 
Top