0

Sangar…!! Presiden Jokowi Akan Sita 7000 Trilyun Lebih Hasil Kejahatan yang Disimpan di Swiss

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Pendanaan uang segar untuk membangun Indonesia akan segera
terwujud kembali. Pemerintahan Joko Widodo sangat luar biasa dalam menjalin
bilateral dengan dengan didunia. Yang dulunya dibiarkan oleh rezim sebelumya
sekarang dibongakar, diangkat dan ditarik ke Indonesia. Negara Swiss adalah
Negara yang menggunakan system TAX HEAVEN namun bisa ditaklukan oleh Seorang
JOKO WIDODO berkat kecerdasannya.


Pemerintah
Indonesia dan Swiss sudah mengadakan perundingan ekonomi yang saling
menguntungkan. Dalam perundingan tersebut disepakati membekukan dan menyita
para pelaku kejahatan, termasuk koruptor di kedua negara. Dalam perjanjian
kesepakatan kedua pemerintah adalah mengembalikan aset pelaku kejahatan kerah
putih kepada negara Indonesia dan Negara Swiss.


Menteri
Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan, sedikitnya ada 84 WNI memiliki
rekening gendut di bank Swiss. Nilainya mencapai kurang lebih US$ 195 miliar
atau sekitar Rp 2.535 triliun (kurs Rp 13.000 per US$). Jauh di atas belanja
negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun

"Kami sepakat untuk
memulai rencana negosiasi Mutual Legal Asisgment (MLA). Pada April nanti tahap
pertama negosiasi MLA akan dilaksanakan dan kami sepakat untuk mendorong agar
agreement MLA itu bisa ditandatangani tahun ini," ucap Menlu Retno dalam
pernyataan bersama dengan Menlu Burkhalter pada 16/3/2015 di kantor Kementerian
Luar Negeri Indonesia, Jakarta.


Retno menambahkan bahwa perjanjian ini sangat penting khusunya bagi Indonesia.
Sebab, dengan perjanjian ini harta dan aset para pelaku kejahatan yang
dilarikan ke Swiss bisa disita untuk negara.


"Bagi Indonesia kerjasama MLA sangat penting karena persetujuan itu menjadi
dasar menyita, membekukan, dan mengembalikan aset para pelaku kriminal," imbuh
Retno.


Retno melanjutkan, kerjasama ini juga akan menjadi sinyal bagi dunia
internasional bahwa Indonesia dan Swiss memiliki komitmen kuat dalam
menanggulangi kejahatan lintas negara.


Selain membahas MLA, kedua Menlu ini juga membahas soal penguatan kerjasama
bilateral dan ekonomi kedua negara, termasuk salah satunya adalah peningkatan
ekspor kakao ke Swiss.


Kesepakatan itu disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Swiss,
Didier Burkhalter, dengan Menteri Luar Indonesia, Retno Marsudi, di Jakarta.(*)

 


Sangar…!! Presiden Jokowi Akan Sita 7000 Trilyun Lebih Hasil Kejahatan yang Disimpan di Swiss
Sangar…!! Presiden Jokowi Akan Sita 7000 Trilyun Lebih Hasil Kejahatan yang Disimpan di Swiss

Posting Komentar

 
Top