0

Inilah Rahasianya, 4 Alasan Kenapa Sandiaga Uno Tak Pantas Jadi Gubernur DKI. Sungguh Terlalu…!!

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Beberapa waktu
belakangan ini, publik sempat diramekan dengan berita deklarasi beberapa tokoh
nasional untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

Salah
satunya adalah Sandiaga Uno, pengusaha muda yang termasuk 100 orang terkaya di
Indonesia. Kalau putra dari Mien Uno ini memang akan serius mencalonkan diri
sebagai DKI 1 melawan Gubernur incumbent Basuki Tjahaha Purnama alias Ahok.


Melihat sepak terjang
pengusaha muda tersebut selama ini, ditambah dengan rekam jejaknya, dapat
disimpulkan kalau Sandi, panggilan akrab keponakan dari tokoh pendidikan Arief
Rahman tersebut, tidak pantas menjadi gubernur. Apa saja alasannya?


1. Terlalu Banyak Penghargaan


Sebagai seorang pebisnis yang
telah berpengalaman, Sandi telah menerima banyak penghargaan yang terkait
dengan sepak terjangnya di dunia usaha. Sebut saja misalnya Indonesian
Entrepreneur of The Year pada ajang Anterprise Asia. 


Selain itu ia juga pernah
diganjar sebagai orang terkaya di Asia oleh majalah Globe Asia pada tahun 2009
dan terkaya di Indonesia urutan ke-63 oleh majalah yang sama. Bahkan pada tahun
2011 Sandi ditempatkan di urutan ke-37 sebagai terkaya di Indonesia versi
majalah Forbes.


Dengan modal kekayaan sebanyak
itu, Sandi nyaris tidak punya (kalau tidak boleh dikatakan "tidak ada")
kepentingan dengan siapapun parpol yang mendukungnya nanti. Uang? Dia tidak
butuh. 


Kekayaannya yang mencapai 245
juta (dollar lho ya, bukan rupiah) tentu tidak sebanding dengan sogokan-sogokan
para pengusaha kalau dia nanti menjadi pejabat. 


Bahkan APBD DKI sendiri di
bawah itu. Sementara gubernur sangat rawan dengan godaan-godaan model begituan
yang bisa berpengaruh terhadap kebijakan. Maka Sandi tidak pantas menjadi
gubernur karena dia bakalan kebal terhadap tawaran model bawah tangan ini.


2. Terlalu Sering Jadi Ketua


Sebagai anak muda yang punya
karir cemerlang kayak batu akik abis digosok, Sandi memiliki banyak pengalaman
berorganisasi baik lokal maupun kelas dunia. 


Tidak perlu menyebut
organisasi intra sekolah atau intra kampus bangsanya OSIS, BEM atau yang
sejenisnya ya… Ini organisasi profesional dan non profesional yang punya
lingkup lebih luas, let's say, Kamar Dagang Indonesia alias KADIN di mana ia
menjadi Wakil Ketua Umum untuk Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi.


Selain itu ia didaulat juga
buat jadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia
(HIPMI). 


Jangan salah, HIPMI bukan
organisasi ecek-ecek sekelas komunitas biasa. Ini adalah lembaga skala nasional
yang anggotanya lebih dari 30 ribu pengusaha. Sandi ditunjuk untuk menduduki
jabatan itu dari 2005 sampai 2008 yang lalu. Di bidang olahraga, ia juga
menjadi manajer tim nasional untuk bola basket putri Indonesia yang sukses
mengantarkan ke ajang SEA Games 2005 di Filipina serta menjadi Ketua Umum
Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Ini belum termasuk jabatannya
sebagai CEO di berbagai perusahaan, termasuk perusahaannya sendiri.

Sebut saja PT Adaro dan PT
Recapital Advisors. Jadi, kalau boleh dibanding-bandingkan, Sandiaga Uno mirip
dengan mantan Presiden RI BJ Habibie. Jauh sebelum menjadi presiden, Habibie
adalah profesional tulen yang telah menempati posisi eksekutif di berbagai
perusahaan dan institusi bisnis, baik di Jerman maupun di Indonesia. Konon
Habibie memimpin lebih dari 60 perusahaan secara bersamaan di satu waktu.


Karena pengalamannya sebagai
ketua organisasi skala nasional sudah begitu banyak, maka Sandi tidak pantas
menjadi gubernur yang lingkupnya hanya provinsi.


3. Terlalu Pintar


Ada ungkapan yang mengatakan,
kalau bangsanya bangsa kambing, maka pemimpinnya juga harus berkualitas
kambing. Kalau bangsanya bangsa singa, maka pemimpinnya juga harus berkualitas
singa. Soekarno, presiden RI yang pertama, memiliki visi misi pembangunan yang
jauh melampaui bangsanya. Tapi karena rakyat Indonesia saat itu pendidikannya
masih rendah, yang ngerti sama tulisan dan pemikiran Bung Karno hanyalah
kalangan terdidik. Dan itu pun ga semuanya paham.


Sandi termasuk orang yang
pintar. Ia bahkan berhasil meraih indeks prestasi kumulatif sempurna (4,00)
tahun 1992. Dan kampusnya bukan di dalam negeri, tapi di George Washington
University, alias di Abang Sam. Sebelumnya ia sukses pula meraih predikat summa
cum laude di Wichita State University tahun 1990. 


Padahal, jangankan meraih
predikat cum laude di luar negeri, di dalam negeri pun tidak semua mahasiswa
mampu mendapatkannya. IPK sempurna pun juga jarang. Maka kalau Sandi bisa
meraihnya di kampus luar negeri, berarti ia memang memiliki kecerdasan di atas
rata-rata. Maka dia tidak pantas menjadi gubernur yang banyak orang rata-rata
bisa meraih posisi tersebut.

4. Terlalu
'Entrepreneurship Mindset'


Ini barangkali alasan terkuat
kenapa Sandiaga Uno tidak pantas jadi gubernur. Ia punya prinsip kerja keras,
kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Jangan ditanya seberapa kerasnya
Sandi bekerja untuk membangun bisnisnya. Ia bekerja lebih dari 60 jam per
minggu. Jangan pernah berpikir kalau hidup sehari-harinya persis rata-rata
orang kebanyakan yang masuk jam 8 pulang jam 5 sore. Sandi bahkan memulai rapat
strategi dengan staf-stafnya jam 11. Bukan siang lho ya, tapi 11 malam! Dan
keputusan rapat harus keluar sebelum jam 12 malam.


Dalam buku True Spirit of Sandiaga Uno yang ditulis Ira Puspito
Rini, Sandi memotivasi orang kebanyakan dengan pola pikir revousioner: "Anda
bekerja delapan jam per hari untuk bertahan hidup, lebih dari delapan jam
sehari adalah untuk kesuksesan."


Pengen sukses, ya harus mau
rapat malam-malam, mikirin bisnis saat orang lain udah pada tidur, berkutat di
kantor saat yang lain menikmati liburan bersama keluarga, atau tidak menikmati
hasil dalam waktu dekat. Ini adalah pola pikirnya seorang pengusaha sejati,
yang memiliki kesuksesan karir 24 karat. 


Ini role model buat kita-kita
yang hidupnya masih taraf "begini-begini saja".


Terus, kalau Sandiaga Uno
tidak pantas menjadi gubernur, dia pantasnya jadi apa, dong?


Ya, jadi Presiden lah…Masak
orang sekaliber Sandi hanya boleh jadi gubernur.


Kalau kata Bang Haji Rhoma
Irama: "Sungguh terlalu
…."

Tapi
tentu saja, harus melawan Jokowi yang sudah resmi akan diusung Golkar pada 2019
bila ingin menjadi Presiden. Mampukah???

Maby yes,
Maby Not. Bagaimana menurut anda?

 


Inilah Rahasianya, 4 Alasan Kenapa Sandiaga Uno Tak Pantas Jadi Gubernur DKI. Sungguh Terlalu…!!
Inilah Rahasianya, 4 Alasan Kenapa Sandiaga Uno Tak Pantas Jadi Gubernur DKI. Sungguh Terlalu…!!

Posting Komentar

 
Top