0

Duh, Kecewanya….!! Rombongan Karisma dari Jakarta, Ditolak Risma di Surabaya

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Rombongan dari
Jakarta yang tergabung dalam komunitas Kami Mau Risma ke Jakarta (Karisma)
sejak Minggu (18/9/2016) hingga hari ini Senin (19/9/2016) berusaha mengajak
Tri Rismaharini, wali kota Surabaya agar bersedia menjadi calon gubernur dalam
Pilkada DKI Jakarta.


"Kami
ke Surabaya mendatangi rumah ibu Risma dan Balai Kota Surabaya hari ini (Senin)
karena inginkan ibu Risma ke Jakarta jadi calon gubernur. Ibu Risma
menolak," kata salah satu anggota KARISMA.


Namun
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini memohon maaf. Ia tak bisa menerima
amanah yang diberikan KARISMA Jakarta pada dirinya. Dirinya ingin fokus
menuntaskan pekerjaan membangun kota Surabaya sesuai janjinya dalam kampanye
Pilkada Surabaya 2015 silam.


"Sekali
lagi, biarlah Tuhan yang menentukan, tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan.
Jadi biarkan Tuhan yang tentukan," kata Risma usai menemui rombongan
KARISMA di ruang sidang Balai Kota Surabaya, Senin (19/9/2016).


Karisma
menemui Risma di rumah dinas, Minggu (18/9/2016) sore. Hari ini Senin
(19/9/2016), KARISMA mendatangi Risma di Balai Kota Surabaya. Mereka berharap
Risma maju ke Pilgub DKI. Namun jawaban tetap sama yaitu Risma menolak.


Megawati Sukarnoputri Beberkan 3 Cagub Yang Masuk Opsi Utama

Ketua DPP Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDI-P) bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan,
Djarot Saiful Hidayat menyebut partainya membahas tiga bakal calon gubernur
yang akan diusung padaPilkada DKI Jakarta 2017.



Salah satu nama yang dipertimbangkan adalah Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok:


1. Pak
Ahok.


2. Bu
Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) masuk (pembahasan bakal calon
gubernur),


3. Pak
Buwas (Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso),"


Tetapi
Risma tidak jadi maju ke pilkada DKI 2017, Risma tetap di Surabaya, kata Djarot
di kantor DPC PDI-P Jakarta Timur, Pondok Kelapa, Minggu (18/9/2016).


Dia
memandang, masing-masing kader memiliki jagoannya sendiri untuk diusung pada
Pilkada DKI Jakarta 2017. Hal ini, lanjut dia, merupakan suatu hal yang sah.
Nantinya masing-masing argumentasi kader akan dirapatkan di rapat DPP PDI-P.


"Bagaimanapun
juga indikasi kuatnya, sekali lagi, (PDI-Pmengusung) ke petahana," kata Djarot.


Dia
mengatakan, mesin partai sudah mulai bergerak untuk bersatu memenangkan Pilkada
DKI Jakarta 2017.


Ibarat
mengendarai mobil, saat ini PDI-P sudah masuk gigi dua, yakni dengan memberi
pembekalan kepada pengurus pratamaPDI-P. Kemudian masuk gigi tiga dengan
mengumpulkan seluruh pengurus hingga 25.000 anak ranting PDI-P. Terakhir, Ketua
Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri akan memberi pembekalan kepada calon kepala
daerah yang diusung.



"Artinya ini mesin partai sudah mulai beres, mulai bergerak.
Anda tahu bahwa ada satu budaya di PDI-P, apapun yang diputuskan DPP, mereka
akan siap memenangkan," kata Djarot.
(*)

 


Duh, Kecewanya….!! Rombongan Karisma dari Jakarta, Ditolak Risma di Surabaya
Duh, Kecewanya….!! Rombongan Karisma dari Jakarta, Ditolak Risma di Surabaya

Posting Komentar

 
Top