0

Pejabat dan elite politik makin kalap, suap duit receh juga diembat. Kalah dengan kejujuran rakyat jelata…!!

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menangkap para
terduga koruptor. Baik melalui pengembangan atau pun operasi tangkap tangan.


Rata-rata,
duit miliaran disikat para pejabat itu. Namun, ada pula cuma sekedar duit receh
yang tentu sangat membuat miris. Tetapi, berapa pun jumlahnya korupsi ya tetap
saja korupsi.


Teranyar,
KPK menangkap tangan Ketua DPD RI Irman Gusman. Irman diduga menerima suap dari
pengusaha terkait kuota gula di Sumatera Barat.


Dari tangan Irman, KPK menemukan duit Rp 100 juta. Nominal
itu tentu boleh dibilang receh lantaran biasanya suap pejabat mencapai miliar.
Namun, hal itu tentu mempermalukan terlebih Irman merupakan ketua lembaga.


Pengacara
keluarga Irman, Tommy Singh dengan tegas membantah bahwa kliennya mengetahui
isi bingkisan yang diberikan oleh Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy
Sutanto dan istrinya, Memi. Menurutnya, Irman dan keluarga baru tahu isi
bingkisan tersebut uang setelah KPK melakukan pemeriksaan.


Tommy
melanjutkan, bahwa ada kejanggalan terkait kasus korupsi yang melibatkan ketua
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini. Menurutnya, Rp 100 juta yang diamankan oleh
KPK terbilang kecil dan bukan kelas dari seorang Irman Gusman.


"Kasus
suap ini hanya Rp 100 juta. Menurut saya ini lucu, karena sehari-hari di tasnya
saja lebih dari Rp 100 juta," ujar Tommy saat ditemui di Gedung KPK.


Mematahkan
penyataan tersebut, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menyatakan bahwa
Irman Gusman sudah tahu bingkisan yang diterimanya berisi uang. Pasalnya,
bingkisan tersebut pada awalnya masih terbungkus rapi. 


Namun
kata Laode, ketika ditemukan oleh tim KPK bingkisan ada di dalam kamar tidur.
Lebih mencurigakan lagi uang telah dimasukkan ke dalam kantong plastik putih.

"Jadi pasti sudah
diketahui bahwa bingkisan yang diterima adalah uang. Penyidik KPK pasti sudah
memiliki info matang sebelum bergerak ke rumah Irman Gusman," kata Laode,
Minggu.


Suap duit receh bukan hanya menjerat Irman. Sebelumnya, ada
Patrice Rio Capella menerima suap Rp 200 juta dari Gubernur Sumut kala itu,
Gatot Pujo Nugroho. Rio yang saat itu menjabat Sekjen Partai NasDem diminta
Gatot untuk melobi Jaksa Agung Prasetyo. Prasetyo diketahui merupakan politisi
NasDem.


Atas
perbuatannya, Rio dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan
penjara. Vonis itu lebih ringan dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum
(JPU) yakni dituntut dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta.


Tentu
saja kasus suap ini langsung menjadi bahan pergunjingan netizen. Netizen
kemudian ramai membuat meme Mulyadi seorang petugas kebersihan yang menemukan
uang 100 juta di toilet dan dikembalikan. Begitu juga dengan seoang sopir taxi
 bernama Sama'i, Ia menemukan sebuah tas yang berisikan emas batangan 0,5
kg dengan uang tunai Rp 126 juta.


Peristiwa
itu terjadi pada saat dirinya membawa 2 orang pria dari Hotel Grand Mercure,
Jakpus ke Pengadilan Negeri Jakpus. 

Lalu, Ia pun melihat 2 tas yang ternyata ditinggalkan oleh
penumpang itu. Ia juga mengaku bahwa sudah mengingatkan penumpang sesuai dengan
prosedur untuk memeriksa kembali barang-barang bawaannya.


Setelah
dibuka, tas tersebut berisikan uang yang sangat banyak dengan emas batangan di
dalamnya. 
Ia pun langsung
melaporkan soal temuannya tersebut kepada Kepala Pool Taksi. Ia pun turut
menanti pihak manajemen serta sekuriti untuk bisa menghitung jumlah uang di
dalam tas itu.


"Saat
ngitung itu, saya minta nggak banyak tangan yang ikutan. Takutnya ada yang nyelipin
kan," ucapnya.


Selanjutnya,
tak berapa lama, penumpang tersebut pun akhirnya berhasil menghubungi dan
disuruh untuk datang ke pool tersebut.


Setelah
sampai di sana, Ia pun diberi imbalan berupa uang Rp 4 juta oleh pemilik tas
tersebut.


"Ya
alhamdulillah. Tapi kan Engkong gak ngejar itu, ya," terangnya.


Sungguh
miris pejabat kita. Bagaimana menurut anda?

 


Pejabat dan elite politik makin kalap, suap duit receh juga diembat. Kalah dengan kejujuran rakyat jelata…!!
Pejabat dan elite politik makin kalap, suap duit receh juga diembat. Kalah dengan kejujuran rakyat jelata…!!

Posting Komentar

 
Top