Ngeri….!! Ternyata Ada WNI Kasih Informasi Ke Abu Sayyaf Alias Jual Negara Sendiri
Normal
0
false
false
false
IN
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
dan kroninya berulang kali melancarkan aksi penyanderaannya terhadap para WNI.
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengaku jengah dengan hal tersebut,
terlebih Ia menemukan peran orang Indonesia sendiri dalam aksi penyanderaan kelompok
Abu Sayyaf.
"Yang memberikan informasi orang orang kita (WNI) juga nih, dia lapor Abu
Sayyaf ada kapal yang lewat segala macam akhirnya jadi korban sandera lalu
ditebus. Orang-orang yang kasih informasi ini dapat informasi juga nih. Kan
tidak betul orang-orang kayak gini nih. Ini begitu-begitu sama saja dengan
menjual negara," tutur Ryamizard dengan nada meninggi di Aula Universitas
Pattimura, Ambon, Maluku, Senin (19/9/2016).
"Lagi dicari, susah lah. Saya infonya ini dari Filipina, mereka juga bekas
Abu Sayyaf. Kedepan diharapkan tidak ada lagi," sambung dia.
Ryamizard menyatakan
rasa kesalnya, ketika tahun ini ada sampai terulang lebih dari dua kali
penyanderaan oleh kelompok Abu Sayyaf terhadap WNI. Dia juga memastikan, telah
berkoordiansi dengan pemerintahan Filipina untuk mencegah kejadian serupa
terulang kembali.
"Begini rute itu sudah kita jaga ketatkan. Batu bara sudah kita kawal, di
setiap tongkang yang berisi batu bara itu ada tentaranya dua tiga tentara
bersenjata. Alhamdulillah sudah dua bulan ini tdak ada penculikan karena kita
kawal," kata dia.
"Yang belakang-belakang ini kan daerah situ, ke Malaysia situ ya
masing-masing itu di kawal," imbuhnya.
Khusus kepada tiga sandera yang baru saja dibebaskan kemarin, Menhan menitipkan
pesan khusus kepada mereka. Pesan tersebut adalah agar para nelayan tidak
melaut di wilayah-wilayah rawan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Saya sudah bilang yang dibebaskan kemaren, kamu nanti pulang kasih tahu
temen-temen yang di NTT sana nyari ikan tidak usah di sana-sana. Nyari ikan
kenapa nggak di deket deket saja. Saya mengimbau supaya para nelayan
disiplinlah. Tapi kalau misalnya nggak disiplin terus ditangkap tangkap capek
lah. Bukan apa apa memang harus capek, tapi banyak kerjaan lain,"
ungkapnya.
"Kalau satu dua tiga kali tidak apa-apa tapi kalau mengulang ya ini susah.
Mudah-mudahan kemana mana kan ada angkatan laut, jadi kalau ada yang tidak
disiplin kita tahu. Kerjasama dengan panglima sana, nanti saling bekerja sama
dengan makodam sanalah," tegas Ryamizard. (dtk)
Ngeri….!! Ternyata Ada WNI Kasih Informasi Ke Abu Sayyaf Alias Jual Negara Sendiri
Ngeri….!! Ternyata Ada WNI Kasih Informasi Ke Abu Sayyaf Alias Jual Negara Sendiri
Posting Komentar