Buka Dulu Topengmu…!! Menguak Gerilya Dendam Trio Maut Mafia Dalam Upaya Kuasai Sektor Migas
Normal
0
false
false
false
IN
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
menancapkan pengaruhnya dalam hal migas dan energi. Mereka masih menaruh
'orang-orang' mereka di jajaran Esellon 1 dan 2 Kementrian ESDM, Pertamina dan
SKK Migas. Orang-orang inilah yang menjadi tangan dan operator dalam
mengamankan kepentingan trio maut ini dalam menguasai bisnis sektor migas dan
energi.
Belakangan, terpentalnya kursi kementrian ESDM dari tangan Sudirman Said juga
membuat berang kelompok ini, terutama Sudirman Said yang menyimpan bara dendam
kepada Jokowi dan penggantinya Arcandra Tahar. Tereksposnya kasus dwi
kewarganegaraan AT juga bagian dari operasi balas dendam Sudirman Said.
Jokowi merasa ditampar dan dipermalukan dengan tersebarnya kasus Arcandra
Tahar. Jokowi harus tahu bahwa tersebarnya skandal dwi kewarganegaraan Arcandra
Tahar adalah operasi dari Trio Maut ini terutama Sudirman Said dalam membalas
dendam dan menjegal orang –seperti Arcandra Tahar yang dapat menghambat
kepentingan trio maut ini dalam menguasai sektor migas dan energi.
Keinginan Jokowi untuk mengembalikan kedudukan Arcandra Tahar sebagai menteri
ESDM juga akan kembali diganggu dan dihambat oleh trio maut ini.
Kelompok Ari Soemarno cs akan melakukan penggiringan opini untuk menolak
Arcandra Tahar kembali ke posisi menteri ESDM.
Pasca dicopotnya Sudirman Said dari menteri ESDM, kelompok ini juga takut akan
dicopotnya 'orang-orang' mereka di esselon 1 dan 2 Kementrian ESDM, Pertamina
dan SKK Migas. Kelompok ini (AS, SS dan SD) tidak akan terima dan cenderung
mengancam jika 'orang-orang' mereka di tiga institusi (ESDM, Pertamina dan SKK
Migas) dicopot. Mereka akan kembali melakukan pembalasan terhadap Jokowi.
Petinggi Global Future Institute (GFI),
Hendrajit, sempat mengungkapkan bahwa Sudirman Said di kalangan bisnis migas
dikenal sebagai "mafia minyak".
"Sudirman di kalangan bisnis migas dikenal sebagai 'mafia minyak' dengan
strateginya seolah memotong impor minyak, tapi malah menerapkan skema Pola
Integrated Suply Chain (ISC). Seolah-olah importir langsung tapi menjadi broker
minyak. Sewaktu Sudirman menjabat corporate secretary Pertamina era Ari
Soemarno, di Pertamina Sudirman mendapat sokongan kuat Arifin Panigoro," ungkap
Hendrajit.
Berawal Mula dari sini….
Semua kisah tentang Dirman bermula di Pertamina.
Endriartono Sutarto, mantan Panglima TNI Era SBY, yang menjadi Komisaris Utama
(Komut) Pertamina, (sempat punya hubungan "manis" dengan Rini Sumarno),
merupakan sosok penting yang membawa Dirman ke Pertamina. Endriartono
menitipkan Dirman ke Ari Sumarno, Dirut Pertamina kala itu. Oleh Ari, Dirman
dijadikan staf ahli Dirut, dan selanjutnya diberi tugas sebagai Senior Vice
President (SVP) untuk Integrated Supply Chain (ISC). Endriartono menenteng
Dirman ke Pertamina karena kecerdikan Dirman mengambil hatinya ketika masih
jadi Tim Penataan Unit Bisnis TNI. Satu paket dengan Dirman adalah Karen
Agustiawan (sosok yang pada akhirnya menggantikan Ari sebagai Dirut) dan
Widhyawan Prawiraatmadja (saat ini Staf Ahli Menteri ESDM).
Pasca
Endriartono, Ari Sumarno adalah sosok utama yang mengisi hari-hari Dirman
selanjutnya. Siapa sesungguhnya Ari dan apa peran Ari bagi Dirman? Ari Sumarno
merupakan pegawai karir di Pertamina yang mengawali kerjanya di bagian
pengolahan. Karirnya sesungguhnya sudah tamat pada awal 1990-an, ketikadia
terbukti melakukan penyimpangan dalam pembangunan Kilang LNG Bontang.
Jabatan
Ari diturunkan dan tidak diberikan kewenangan apapun. Namun, karena
kelihaiannya, kartunya selalu hidup.
Pasca
reformasi, Ari dipromosikan menjadi Presiden Direktur Petral Singapura,
perusahaan yang menjadi trading arms Pertamina dalam
memasok minyak mentah dan BBM untuk kebutuhan dalam negeri. Saat Ari Sumarno
menjabat Presdir Petral, ada dua sosok penting yang membantunya: yaitu Hanung
Budya (terakhir menjabat selaku Direktur Pemasaran Pertamina) dan Daniel Purba
(saat ini menjabat SPV dari ISC). Tapak-tapak mafia Ari di sektor migas mulai
dilangkahkan di Petral ini.
mengejar rente ekonomi Republik ini. Di era keemasan Orde Baru, Petral
menggandeng Permindo (milik Bob Hasan dan Bambang Trihatmodjo Soeharto) untuk
bersama mencari rente ekonomi. Di balik Permindo, ada sosok God Father yang memegang
kendali kunci yang mengatur semua rantai bisnis pasokan minyak mentah dan BBM
ke Indonesia. Dia adalah NASRAT MUZAYYIN. (http://concordenergygroup.com/about-us/our-people/knowledge-base/).
Cukong migas pemegang paspor Libanon ini adalah tokoh sentral tersembunyi yang
menjadi GURU BESAR dari semua para mafia migas di Indonesia, termasuk Dirman!
Tak banyak kalangan yang bisa mengendus sosok satu ini.
Runtuhnya
Orde Baru bukan berarti kiamat bagi Nasrat. Pengalaman dan kepiawaiannya
menelusuri seluk beluk bisnis migas mengantarkan salah satu anak didiknya, Ari,
ketampuk puncak kendali Petral. Selang beberapa waktukemudian, Muhammad Reza
Chalid/ the Legend, salah satu murid Nasrat lainnya, diberi akses luas Purnomo
Yusgiantoro (waktu itu Menteri ESDM) untuk masuk dan "belajar" di Petral,
sekaligus berkongsi dengan Ari. Kekosongan Permindo, diisi oleh Reza dengan
dukungan penuh Ari dan Nasrat.
Ari
hanya kurang dari 3 tahun di Petral. Pada tahun 2004, dia dipromosikan menjadi
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina. Posisinya di Petral digantikan oleh
Hanung Budya dan posisi Hanung selaku VP digantikan oleh Daniel Purba.
Kedua nama terakhir inilah yang menjadi operator dari Reza dalam melebarkan
bisnis pengadaan minyak mentah dan BBM dalam negeri. Di waktu bersamaan, Sang
Guru Besar, Nasrat, pelan tapi pasti tersingkir dari gelanggang permainan,
hingga akhirnya, Reza mengambil alih kendali. Merasa bahwa Reza makin kuat dan
berkuasa, Nasrat komplain ke Ari. Hubungan keduannya renggang. Melalui Purnomo
Yusgiantoro, waktu itu, terumuskanlah satu formula kesepakatan
antara sang Guru dan muridnya, dalam bisnis pengadaan minyak mentah dan BBM
Pertamina. Nasrat, karena sudah kenyang puluhan tahun mendapat porsi 30%, dan
Reza memegang 50% dari total pasokan yang dibutuhkan. 20% sisanya dibagi-bagi
untuk akomodasi pihak lain.
bisnis ini adalah jalan emas bagi Ari Sumarno sebagai pebisnis. Karena
loyalitasnya selama ini pada Nasrat, Ari mendapatjatah saham 35% di Concord
Energy, milik Nasrat (http://ift.tt/2bUhFmH).
Ari lantas mendudukkan puteranya, Yuri Soemarno, sebagai salah satu Direktur di
Concord Energy. Lewat bendera Concord, Ari mulai gagah dalam dunia bisnis
migas, dan secara pelan berani mengurangi porsi Reza. Kompetisi bisnis Reza dan
Ari dimulai! Dari yang semula bertindak sebagai tandem bisnis dan sahabat, Ari
berbalik menjadi orang terdepanyang berhasrat mengubur Reza dan kerajaan
bisnisnya.
Melalui back up Concord Energy dan
kolaborasi dengan sang Guru Besar, Ari lantas diangkat sebagai Dirut Pertamina,
pada tahun 2008. Di Pertamina era Ari, muncul tiga aktor migas baru yang
langsung berkoordinasi ke Ari, yaitu Dirman, Widhyawan
Prawiraatmadja, dan
Karen Agustiawan. Tiga sosok baru itu memperkuat Ari sehingga dirinya tambah
yakin bisa melumat Reza dengan Petralnya. Skenarionya, Ari bakal mendorong
Concord Energy sebagai pengganti Petral via PT Pertamina Integrated Supply
Chain (ISC Pertamina),
dengan pola transasi belakang layar sebagai business arranger. Ari konsisten
membabat Reza dan membuka jalan seluas-luasnya bagi gurunya, Nasrat, untuk
kembali menguasai.
Kembali
ke Dirman. Ia adalah sosok yang culun dan biasa saja dalam percaturan
bisnis migas. Kelebihannya satu saja: sangat patuh dan tunduk ke Ari. Tak
lebih. Dirman yang awalnya jadi staf ahli Dirut, lantas ditugasi sebagai SPV di
ISC, unit baru yang dibentuk untuk menggantikan peran Petral (yang masih
dikuasai Reza) dalam pasokan minyak mentah dan BBM nasional.
Ditaruhnya Dirman di ISC
adalah upaya kamuflase atas rencana jahatnya guna melapangkan jalan Concord
Energy menguasai bisnis migas Pertamina. Dirman secara sadar menutupi wajahnya
dengan topeng aktivis antikorupsi dan memperalat MTI, untuk jadi tameng bagi
tujuan bisnis jahat mafia migas. Begitulah modusnya.
Buka Dulu Topengmu…!! Menguak Gerilya Dendam Trio Maut Mafia Dalam Upaya Kuasai Sektor Migas
Buka Dulu Topengmu…!! Menguak Gerilya Dendam Trio Maut Mafia Dalam Upaya Kuasai Sektor Migas
Posting Komentar