0

Ini Alasan SBY (Juga Agus dan Ibas) Tidak Ikut Tax Amnesty?

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Saya memperhatikan LHKPN
yang disampaikan SBY ke KPK dan SPT (surat pajak) yang disampaikan SBY ke
kantor pajak sebagaimana pernah dituliskan oleh harian Jakarta Post, bahwa
total kekayaan mantan presiden SBY tidak sampai 15 M. Itu pun sudah termasuk
asset berupa rumahnya yang sangat luas di Puri Cikeas. Asset yang dilaporkan
SBY nyaris tidak berubah dari tahun ke tahun, bertambah tidak signifikan,
berkurang juga tidak. Sungguh SBY termasuk orang-orang yang stabil secara
keuangan, segitu aja laporannya, beda dengan konglomerat dunia maupun Indonesia
yang naik turun nilai assetnya seperti roller coaster. Hari ini kaya banget,
besok malam sudah jatuh bangkrut bukan hal yang tak mungkin.

Menarik menyimak ajakan
pemilik akun twitter Benjamin Israel 
@benny_israel yang mengajak SBY untuk tidak malu ikut Tax
Amnesty, bahkan sampai mencontohkan ustad Yusuf Mansyur saja sudah ikut. Ini
tweetnya "Pak 
@SBYudhoyono tdk perlu malu karena ada Ustadz@Yusuf_Mansur juga sdh ikut program Tax Amnesty.
Beliau figur panutan ummat. Juga ikut."

Saya yakin sebenarnya
harta yang dimiliki SBY jauh lebih besar daripada yang dilaporkan baik dalam
LHKPN maupun SPT pajak. Tapi seberapa besar saya gak mau KEPO, saya kuatir jika
jantung saya tidak kuat, jika ternyata harta kekayaan SBY jauh banget dari yang
sudah dilaporkan. Misal dilaporkan sekitar Rp 15 miliar, ternyata total harta
mencapai Rp 15 triliun. Ini kan bikin geleng-geleng kepala, lalu jadi
mengangguk-angguk kepala mengaminkan ya wajar SBY kaya raya, kan mantan
presiden RI 2 periode, kalo gak kaya raya berarti ada yang salah dengan cara
kepemimpinan SBY. Superrr sekali.

Langsung saja yuk kita
bahas kemungkinan-kemungkinan alasan SBY (dan juga Agus dan Ibas) tidak ikut
Tax Amnesty :


1. Memang SBY sudah melaporkan seluruh asset yang dikenakan pajak, sehingga
tidak perlu ikut program Tax amnesty.

Hal ini sejalan dengan pernyataan orang dekat SBY
yang juga merupakan wakil ketua umum DPP partai demokrat Syarif Hasan yang
mengatakan "Orang yang ikut tax amnesty itu kalau ada harta yang belum pernah dilaporkan,
kalau enggak ada buat apa? Iya dong, laporan keuangan secara teratur
disampaikan. Kalau setelah itu ada lagi laporan kekayaaan yang tidak
dilaporkan, baru tax amnesty."

Dalam bahasa sederhana, pernyataan Syarif Hasan
maksudnya adalah SBY sudah melaporkan seluruh assetnya, dan memang tidak ada
asset lain yang belum dilaporkan. Saya hanya mengaminkan saja omongan Syarif
Hasan ini dan berharap MALAIKAT mencatat omongannya dan menjadikan harta SBY
memang HANYA sesuai yang ada di laporan LHKPN atau SPT Pajak.

2. SBY kuatir dan malu akan dikatakan sebagai
pengemplang pajak oleh Ahok atau orang lainnya

Jika SBY berpartisipasi dalam Tax Amnesty dengan
melaporkan hartanya yang diduga mencapai triliunan rupiah, memang secara
perpajakan dan hukum akan diampuni oleh negara, tapi secara sosial tidak akan
perah diampuni oleh masyarakat, sehingga tidak akan terhindarkan kritikan,
suara sumbang, cacian, cucian, dan hujatan yang mengatakan ke SBY "Katakan
TIDAK, PADAHAL korupsi."

Nah, daripada jadi blunder, jadi aib seumur hidup
dan seumur mati, mending SBY mati-matian mengaku hartanya ya memang cuma
segitu-segitunya sesuai laporan LHKPN dan SPT pajak.


3. SBY pingin ikut tax amnesty periode 3 dengan tarif uang tebusan 5%.

Alasan no 3 ini dipercaya sebagian pengamat
politik dan ekonomi merupakan alasan sebenarnya mengapa SBY tidak ikut program
tax amnesty tahap 1 periode Juli-September 2016 dengan tarif tebusan 2%.
Alasannya sederhana, SBY kan cenderung suka melebih-lebihkan suasana atau
sesuatu, bahasa kerennya LEBAY, sehingga ia tidak puas jika bayar uang tebusan
hanya 2% di periode 1, ia memilih tarif 5% nanti di periode 3.

Tentang berlebihannya SBY kan bukan rahasia umum
lagi.

Dulu SBY pernah menyatakan perang terhadapa
narkoba, eh malah SBY yang umbar grasi ke bandar narkoba Olla dan Corby serta
tidak mau mengeksekusi terpidana mati bandar narkoba.

Dulu SBY pernah mengatakan berdiri paling depan
menghunus pedang melawan korupsi, eh malah kader partai demokrat paling depan
dan paling jago urusan korupsi proyek-proyek APBN di beberapa kementerian,
dengan mega proyek di Hambalang dan E KTP dan Bailout Century.


4. SBY bingung bayar uang tebusan ke bank.

Misalkan ternyata SBY melaporkan asset yang belum
dikenakan pajak senilai triliunan rupiah, maka uang tebusan yang mesti dibayar
adalah ratusan miliar, dan karena uang tersebut tidak ada di rekening bank,
maka terbayang kan mau angkut pakai apa uang sebanyak itu? Kalo pake truk?
Butuh berapa truk? Apalagi kalo uangnya dalam nominal 5 ribu atau 10 ribu
rupiah. Dan saya yakin bahwa uang SBY adalah uang asli bukan uang palsu seperti
milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi tidak Taat Pajak.


5. Mungkin SBY Lelah

Jangankan mikirin tax amnesty, mikirin 2 anaknya
saja SBY sudah sangat lelah. Padahal kedua anaknya bukan anak-anak lagi, sudah
pada punya anak, tapi SBY tetap menganggapnya sebagai anak-anak yang selalu
harus diarahkan oleh orang tua.

Sampai-sampai Mayor Agus Harimurti Yudhoyono
sampai harus meninggalkan karir militernya gara-gara ditodong 4 parpol yang
mencalonkan dirinya sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Langkah 4
parpol ini sungguh sulit dimengerti, Mayor Agus kan peraih Adhi Makayasa di

angkatannya, artinya salah satu prajurit terbaik
calon pemimpin masa depan, mengapa mereka tidak mencalonkan Ibas saja, anak
kedua yang sudah malang melintang di DPR RI, sudah matang secara politik, atu
mencalonkan Ruhut Sitompul, yang secara hitung-hitungan apapun, baik
popularitas, elektabilitas, besar suara, nyinyir suara, jauh unggul di atas
Ahok.

Ya sudah gini aja yah, he he he.(*)

 


Ini Alasan SBY (Juga Agus dan Ibas) Tidak Ikut Tax Amnesty?
Ini Alasan SBY (Juga Agus dan Ibas) Tidak Ikut Tax Amnesty?

Posting Komentar

 
Top