Lagi Nanggung di "Kosan Pak" Eh malah di ketok-ketok Razia Deh (Selengkapnya video)
Normal
0
false
false
false
IN
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
Aparat gabungan dari
Kecamatan Samarinda Ulu, Kelurahan Gunung Kelua, TNI dan Polri kembali
mengobok-obok kos-kosan, di wilayah kelurahan Gunung Kelua, Samarinda,
Selain melakukan
penjaringan terhadap warga pendatang yang belum melakukan wajib lapor ke RT,
aparat juga melakukan razia terkait dengan tindakan asusila dan tindak pidana
kriminal lainnya.
Tak hanya itu, aparat
juga mencari anggota eks Gafatar yang kabur jelang pemulangan eks Gafatar dari
Samarinda.
Hasilnya, 50 lebih
warga pendatang belum melakukan kewajibannya untuk melapor ke ketua RT.
Selain itu, aparat
juga menggiring 5 warga yang tidak memiliki KTP dan diduga melakukan tindakan
"gitu" ke kentor kelurahan, serta mengamankan 4 warga yang kedapatan
tengah menggunakan nark**oba jenis sabu, serta kepemilikan senjata tajam.
Bagi warga yang belum
melakukan wajib lapor, aparat menyita KTP untuk dapat diambil ke ketua RT,
sekaligus melakukan wajib lapor dan pendataan.
Lalu 5 orang yang
kedapatan tidak memiliki KTP hanya didata dan diberi pengarahan saja, sedangkan
4 orang yang diduga menggunakan sabu, langsung diserahkan ke Polsekta Samarinda
Ulu untuk dites urin.
Dari pantauan Tribun
di lokasi razia, mulai dari jalan AW Syahranie, jalan Suwandi, jalan Kedondong
Dalam dan jalan M Yamin, berbagai macam reaksi muncul dari warga yang terkena
razia, mulai dari menangis, menolak untuk dipublikasikan, memaki wartawan dan aparat,
hingga kabur dari razia.
"Saya akui memang
masih banyak warga yang belum melapor namun banyak juga yang telah melapor.
Rata-rata di RT saya memang banyak mahasiswa. Tadi ada mahasiswa yang menangis
saat aparat hendak membawa ke kelurahan," ucap Rahman (46), ketua RT 24 di
jalan Ir Suwandi. (*)
Lagi Nanggung di "Kosan Pak" Eh malah di ketok-ketok Razia Deh (Selengkapnya video)
Lagi Nanggung di "Kosan Pak" Eh malah di ketok-ketok Razia Deh (Selengkapnya video)
Posting Komentar