0

Jokowi: Hukum di Indonesia Masih Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

‎"Negara harus hadir memberikan penghormatan,
perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia termasuk rasa aman kepada
seluruh warga negara‎," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas 'Reformasi
Hukum' di Kantornya, Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Jokowi mengakui, dalam praktiknya cita-cita negara
hukum belum sepenuhnya terwujud. Diakuinya, hukum belum sepenuhnya adil karena
masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan,
indeks persepsi korupsi dunia 2015, Indonesia masih di urutan 88. Begitu pula
dalam indeks rule of law 2015, Indonesia masih di rangking 52.

"Jika hal ini dibiarkan, maka akan
memunculkan ketidakpercayaan dan ketidakpatuhan pada hukum maupun pada
institusi penegak hukum,"‎ paparnya.

Jokowi menilai, fenomena tersebut tidak boleh
dibiarkan berlarut-larut. Apalagi negara memerlukan kepastian hukum untuk
menyongsong persaingan global yang semakin meningkat.

"Untuk itu tidak ada pilihan lain kita harus
segera melakukan reformasi hukum besar-besaran dari hulu sampai hilir,"
pungkasnya.

Bagaimana dengan Kasus Pensitaan Agama yang sudah
secara tegas dinyatakan MUI telah dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja
Purnama, apakah hukum akan tumpul ke atas, tajam ke bawah?

Jokowi: Hukum di Indonesia Masih Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas
Jokowi: Hukum di Indonesia Masih Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Posting Komentar

 
Top