[Efek Tax Amnesti] Singapura Lagi Kelabakan, Karena Para Miliarder Indonesia Menarik Hartanya
Normal
0
false
false
false
IN
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Fakta yang sangat
mencengangkan bahwa banyak miliarder Indonesia yang mempunyai harta di luar negeri
dengan nilai yang tak terduga. Utamanya Singapura, yang digadang-gadang sebagai
negeri tax heaven tempat para miliarder Indonesia menyimpan hartanya. Hal ini
terlihat pada periode I Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak telah selesai pada
akhir bulan lalu. Setidaknya, harta Tax Amnesty yang telah terkumpul mencapai
Rp 3.622 triliun. Jumlah ini berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) yang
disampaikan sebanyak 372.523 dari 367.225 wajib pajak yang tersebar di seluruh
Indonesia.
Dikutip dari merdeka,
berdasarkan data dari situs resmi Ditjen Pajak, jumlah harta Tax Amnesty
tersebut berasal dari harta deklarasi dalam negeri sebesar Rp 2.534 triliun,
deklarasi luar negeri sebesar Rp 951 triliun, dan repatriasi sebesar Rp 137
triliun. Sementara uang tebusan yang telah terkumpul sebanyak Rp 89,2 triliun.
Betapa sangat mencengangkan.
Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi mengatakan, capaian Tax Amnesty
Indonesia membuat Singapura kesulitan. Sebab, dana yang masuk ke Indonesia
mayoritas berasal dari negara tetangga tersebut.
"Uang itu dari mana? Tetap Singapura nomor satu," ucap Ken di HIPMI Center, Menara Bidakara, Jakarta,
Kamis (6/10), demikian dilansir merdeka.
Menurut Ken, banyak orang Indonesia menarik
uangnya dari Bank Singapura. Dampaknya, negara tersebut mulai kelabakan.
"Makanya Singapura agak kelabakan juga, karena
ternyata kalau likuiditas perbankannya ditarik semua ke sini ya mereka goyang
juga. Dan itu benar,"jelasnya.
Beberapa waktu lalu, perbankan swasta Singapura melaporkan
nasabah mereka ke kepolisian setempat karena menarik uang dan mengikuti program
Tax Amnesty di Indonesia.
Tiga sumber perbankan mengatakan kepada Reuters
bahwa kebijakan Tax Amnesty Indonesia bisa merusak bisnis bank dengan nasabah
terbesar mereka.
Dalam laporan ke polisi Singapura bagian kejahatan
keuangan, bank swasta di Singapura melaporkan adanya transaksi mencurigakan
setiap nasabah mereka mengikuti program Tax Amnesty di Indonesia. Mereka
khawatir program Tax Amnesty menjadi tempat pencucian uang.
[Efek Tax Amnesti] Singapura Lagi Kelabakan, Karena Para Miliarder Indonesia Menarik Hartanya
[Efek Tax Amnesti] Singapura Lagi Kelabakan, Karena Para Miliarder Indonesia Menarik Hartanya
Posting Komentar