0

Dimas Kanjeng Dipenjara, Tapi Masih Saja Banyak Pengikut yang Menunggu di Padepokan Berharap Uangnya Digandakan

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Miris memang bila tahu ada
ratusan hingga ribuan pengikut Dimas Kanjeng yang menginginkan uangnya dilipat
gandakan. Memang uang sebagai alat tukar kita untuk memenuhi kebutuhan hidup,
namun hingga banyak orang yang ingin mendapatkanya tanpa bersusah payah.

Seperti puluhan warga
Lamongan Jawa Timur ini. Diketahui mereka menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat
Pribadi karena pria ini dianggap bisa menggandakan uang dan emas.

Hal itu terungkap, setelah
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lamongan melakukan pendataan dan
penelusuran langsung, ke beberapa tempat pengikut maupun korban Dimas Kanjeng
yang ada di wilayahnya. Termasuk, mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng yang ada
di Probolinggo.

"Awalnya memang ada sekitar 30-an orang, tapi
setelah kami cek lagi di lapangan dan kami telusuri ke Padepokan Dimas Kanjeng
di Probolinggo beberapa waktu lalu, jumlahnya bukan 30 orang tapi meningkat
menjadi sekitar 40-an orang," ucap Kepala Kesbangpol Lamongan Sudjito, Senin
(10/10/2016), dikutip dari kompas.

Ia menuturkan, sudah sempat mengajak pulang
beberapa warga Lamongan yang menjadi pengikut dan masih bertahan di Padepokan
Dimas Kanjeng waktu itu. Namun mereka menolak, dengan alasan masih ingin
mengabdi dengan pimpinannya tersebut.

"Bahkan saat kami sambangi
ke Padepokan Dimas Kanjeng, mereka buka tenda sendiri, khusus yang berasal dari
Lamongan. Ketika kami ajak pulang, mereka menolak, dengan alasan karena masih
ingin mengabdi," ungkap Sudjito.

Sementara itu, Supeno yang sempat menjadi salah
seorang pengikut Dimas Kanjeng dari Lamongan, menyebutkan, warga Lamongan
memang banyak yang jadi pengikut pria yang saat ini ditahan oleh Polda Jawa
Timur tersebut.

"Yang saya tahu, saat kami masih menjadi pengikut.
Kami biasanya berangkat bersama-sama ke Probolinggo untuk mengikuti istighasah
di Pondok Dimas Kanjeng, dengan menggunakan mobil sewaan. Dan memang ada
puluhan orang waktu itu," tutur Supeno.

Ia pun tidak menutupi, dirinya dan para pengikut
lain dari Lamongan mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng, dengan tujuan utama
untuk dapat melipatgandakan harta yang dimiliki. Salah satu di antaranya, harta
berupa uang.

"Waktu kami masih aktif mengikuti acara di sana,
kami memang diharuskan menyerahkan sejumlah uang untuk mahar, jika ingin uang
menjadi berlipat ganda. Bahkan di antara kami, ada yang sampai menjual
rumahnya," sebut dia.

Supeno akhirnya memutuskan untuk tidak lagi
mengikuti Dimas Kanjeng sejak satu tahun lalu, setelah sekian lama ternyata
uang yang diharapkan tidak juga berlipat ganda.

 


Dimas Kanjeng Dipenjara, Tapi Masih Saja Banyak Pengikut yang Menunggu di Padepokan Berharap Uangnya Digandakan
Dimas Kanjeng Dipenjara, Tapi Masih Saja Banyak Pengikut yang Menunggu di Padepokan Berharap Uangnya Digandakan

Posting Komentar

 
Top