0

Toilet DPRD 78 Miliar Lolos, Bukti Bobroknya Audit BPK RI! (Selengkapnya)

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}

 Renovasi
gedung DPRD DKI yang memakan biaya puluhan miliar di tahun anggaran 2014 dan
2015 lolos audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Indikasi adanya
penyalahgunaan anggaran menguat karena terlihatnya beberapa fasilitas gedung
yang bobrok.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok
Sky Khadafi mengaku sudah menemukan informasi tentang dana renovasi gedung
senilai dari Rp 50 miliar pada tahun 2014 dan Rp 28 miliar pada tahun 2015 yang
lolos dari pemeriksaan BPK.

"Audit yang
dilakukan BPK memang tidak terdapat proyek renovasi gedung dan sarana lain di
DPRD DKI karena sistem acak. Jadi tidak menutup kemungkinan proyek tersebut
memang lolos. Sehingga sangat rentan dengan penyimpangan anggaran," ucap
Uchok.Dengan lolosnya proyek tersebut dari pemeriksaan, penggunaan dana
renovasi gedung DPRD DKI menjadi rentan terhadap penyelewengan. Terlebih dari
kasat mata, berbagai fasilitas seperti toilet, plafon dan lainnya saat ini
sudah banyak sekali yang rusak. Hingga pada akhirnya ada salah satu pengunjung
Gedung Wakil Rakyat itu mengeluhkan kualitas toilet dengan menyebut "toilet
mirip terminal

Penyelewengan anggaran ini
bila dijumlahkan bisa kian fantastis dengan renovasi ruang Paripurna DPRD DKI
yang menghabiskan anggaran sebesar Rp18,92 miliar. Setelah melewati proses
lelang, PT Rimbun Sekawan Utama tampil sebagai pemenang, dengan harga Rp16,8
miliar, dengan kode rekening 5.2.2.20.26.001 dan SPK no.
08/S.P3/Setwan/VIII/2011. Kemudian untuk pemasangan layar digital ditaksir
Rp4,1 miliar dan instalasi listrik senilai Rp2,4 miliar.

"Memang untuk proyek ini sangat fantastis
nilainya. Karena dengan uang yang begitu besar, masyarakatpun bisa melihat
kualitas dari pengerjaan renovasi itu. Pantas atau tidak uang sebesar itu
digelontorkan," tuturnya.

Sementara itu, Sabam
Marpaung, staf Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI yang saat itu menjabat
sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek tersebut mengakui proyek renovasi
tidak diaudit BPK.


"Saat itu kami sudah meminta untuk BPK mengaudit namun karena sistem sampling
dan keterbatasan waktu akhirnya proyek ini tidak diaudit BPK," terang Sabam.

Penulis: Ariestia Fiky | Editor: Atta Pratama

Demikianlah berita " Toilet DPRD 78 Miliar Lolos,
Bukti Bobroknya Audit BPK RI! " semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan
bagi pembaca, dan jangan lupa untuk membagikanya.

 


Toilet DPRD 78 Miliar Lolos, Bukti Bobroknya Audit BPK RI! (Selengkapnya)
Toilet DPRD 78 Miliar Lolos, Bukti Bobroknya Audit BPK RI! (Selengkapnya)

Posting Komentar

 
Top